Mendeteksi lokasi anda...

Al-Quran & Tafsir Ringkas Kemenag

Bab 1: Anjuran untuk Ikhlas karena Allah Ta'ala dalam Melaksanakan Sunah Akikah

Pembahasan Lengkap tentang Hukum-hukum yang berkaitan dengan aqiqah

Para pembaca ustadzmu.my.id, berikut ini kami sajikan secara berseri pembahasan tentang hukum-hukum berkaitan dengan Aqiqah (الْعَقِيقَة) atau Akikah menurut ejaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Pembahasan tentang Akikah ('Aqiqah/'Aqiqoh dan selanjutnya kami sebutkan sesuai ejaan KBBI saja, yaitu Akikah) pada website ustadzmu.my.id ini kami terjemahkan langsung dari Buku/Kitab berjudul Ahkamu Al-'Aqiqah (أحكام العقيقة) karya Abu Muhammad ‘Isham ibn Mar’i. Semoga bermanfaat, menambah pengetahuan dan kemantapan bagi siapa saja yang hendak melaksanakan aqiqah. Jika ada kekeliruan pemberian harakat dan terjemahnya bisa langsung dikoreksi atau didiskusikan lewat kolom komentar yang ada di bawah postingan.
Teks
الْبَابُ الْأَوَّلُ
الْحَثُّ عَلَى الْإِخْلَاصِ لِلّٰهِ تَعَالَىٰ
فِي الْقِيَامِ بِسُنَّةِ الْعَقِيقَةِ

قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ: ﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ...﴾ الْآيَةَ .
وَقَالَ سُبْحَانَهُ: ﴿فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا﴾ .
وَقَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ:
«الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَىٰ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللّٰهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللّٰهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَىٰ مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ» (١) .


_____________
(١) حَدِيثٌ صَحِيحٌ: أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ (١ / ١٣٥ / فَتْح) - وَفِي مَوَاضِعَ أُخْرَىٰ - وَمُسْلِمٌ (١٩٠٧) وَغَيْرُهُمَا، وَاللَّفْظُ لِمَصْدَرِ الْبُخَارِيِّ الْمَذْكُورِ .

Terjemah Bahasa Indonesia

Bab Pertama: Anjuran untuk Ikhlas karena Allah Ta'ala dalam Melaksanakan Sunah Akikah

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ...﴾ 

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama..." [QS. Al-Bayyinah: 5].

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا﴾

"Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya." [QS. Al-Kahfi: 110].

Rasulullah ﷺ bersabda:

«الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَىٰ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللّٰهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللّٰهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَىٰ مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ» (١) 

"Setiap amal itu bergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (bernilai pahala) menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapati atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya tersebut adalah kepada apa yang ia tuju."

_______________
(1) Hadis Sahih: Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1/135 /Fathul Bari) — dan di beberapa tempat (bab) lainnya — serta Muslim (1907) dan selain keduanya. Sedangkan redaksi teks ini mengikuti sumber Al-Bukhari yang telah disebutkan.

Sumber:
Ahkamu Al-'Aqiqah, Abu Muhammad ‘Isham ibn Mar’i, Maktabah as-Shahabah, Jeddah, hlm. 7
📁 ARTIKEL