Mendeteksi lokasi anda...

Al-Quran & Tafsir Ringkas Kemenag

Bab 2: Definisi (Pengertian) Akikah

Para pembaca ustadzmu.my.id, berikut ini kami sajikan pembahasan ringkas tentang definisi atau pengertian Aqiqah (الْعَقِيقَة) atau Akikah menurut ejaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pembahasan ini kami terjemahkan langsung dari Buku/Kitab berjudul Ahkamu Al-'Aqiqah (أحكام العقيقة) karya Abu Muhammad ‘Isham ibn Mar’i.


Bab Kedua: Definisi Akikah

الْبَابُ الثَّانِي
تَعْرِيفُ الْعَقِيقَةِ

اخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي تَعْرِيفِهَا، فَقَالَ قَوْمٌ:
«هِيَ: الذَّبِيحَةُ الَّتِي تُذْبَحُ عَنِ الْمَوْلُودِ»، وَقَالَ آخَرُونَ: «هِيَ حَلْقُ شَعْرِ الْمَوْلُودِ» (٢).

وَجَمَعَ الْإِمَامُ ابْنُ الْقَيِّمِ بَيْنَهُمَا – فِي تُحْفَةِ الْمَوْدُودِ [ص: ٢٦] – فَقَالَ: «قَالَ الْجَوْهَرِيُّ: عَقَّ عَنْ وَلَدِهِ عَقًّا إِذَا ذَبَحَ يَوْمَ أُسْبُوعِهِ، وَكَذٰلِكَ إِذَا حَلَقَ عَقِيقَتَهُ – يَعْنِي: شَعْرَهُ –، قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ: فَجَعَلَ الْعَقِيقَةَ لِأَمْرَيْنِ، وَهٰذَا أَوْلَى» أ. هـ. .

قُلْتُ:
وَهٰذَا الْأَوْلَى الَّذِي ذَهَبَ إِلَيْهِ ابْنُ الْقَيِّمِ إِنَّمَا هُوَ مِنْ حَيْثُ اللُّغَةِ وَعُرْفِ لِسَانِ أَهْلِهَا، وَأَمَّا مِنْ حَيْثُ الشَّرْعِ فَالظَّاهِرُ أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ ﷺ إِذَا أَطْلَقَ اسْمَ «الْعَقِيقَةِ» إِنَّمَا يُرِيدُ بِهَا الْمَعْنَى الْأَوَّلَ، وَهُوَ الذَّبْحُ، وَذٰلِكَ سَيَتَّضِحُ بِأَدْنَىٰ تَأَمُّلٍ لِكُلِّ الْأَحَادِيثِ الثَّابِتَةِ – الْآتِي ذِكْرُهَا – فِي الْعَقِيقَةِ.

وَبِهِ قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَجُمْهُورُ أَهْلِ الْعِلْمِ رَحِمَهُمُ اللّٰهُ تَعَالَىٰ، وَعَلَيْهِ نَمْشِي فِي هٰذِهِ الرِّسَالَةِ.

وَبِاللّٰهِ تَعَالَىٰ التَّوْفِيقُ

________
(٢) وَانْظُرْ – إِنْ شِئْتَ – الْكَلَامَ عَنْ هَذَيْنِ الْقَوْلَيْنِ بِتَوَسُّعٍ فِي فَتْحِ الْبَارِي (٩ / ٥٨٦) وَكِتَابِ ابْنِ الْقَيِّمِ الْمُسَمَّى بِـ «تُحْفَةِ الْمَوْدُودِ» (ص / ٢٥-٢٦).

Terjemahan Bahasa Indonesia

Bab Kedua: Definisi Akikah

Para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan akikah. Sebagian ulama mengatakan:
"Akikah adalah hewan sembelihan yang disembelih untuk anak yang baru lahir." Sementara ulama yang lain mengatakan: "Akikah adalah mencukur rambut anak yang baru lahir." (2)

Imam Ibnu al-Qayyim menggabungkan kedua pendapat tersebut dalam kitabnya Tuhfatul Maudud [hal. 26], beliau berkata: "Al-Jauhari mengatakan:

عَقَّ عَنْ وَلَدِهِ عَقًّا

('Aqqa 'an waladihi 'aqqan), maknanya adalah jika seseorang menyembelih (hewan) pada hari ketujuh kelahiran anaknya, begitu pula jika ia mencukur 'aqiqah-nya—yaitu rambutnya—." Ibnu al-Qayyim berkata: "Maka ia (Al-Jauhari) menjadikan istilah akikah mencakup kedua perkara tersebut, dan pendapat inilah yang lebih utama." Selesai kutipan.

Aku (penulis) berkata:
Pendapat yang "lebih utama" yang dipilih oleh Ibnu al-Qayyim ini sebenarnya ditinjau dari segi bahasa (etimologi) dan kebiasaan tutur kata orang Arab. Adapun dari segi syariat (terminologi agama), maka yang tampak jelas adalah bahwa Rasulullah ﷺ apabila mutlak menyebut istilah "Akikah", yang beliau maksudkan hanyalah makna yang pertama, yaitu penyembelihan hewan. Hal tersebut akan menjadi jelas hanya dengan sedikit merenungkan seluruh hadis-hadis sahih—yang akan disebutkan nanti—mengenai akikah.

Pendapat inilah yang dipegang oleh Imam Ahmad dan mayoritas (jumhur) ulama—semoga Allah Ta'ala merahmati mereka—dan pendapat inilah yang kami pedomani dalam risalah (buku ringkas) ini.

Dan hanya kepada Allah Ta'ala kami memohon taufik.

_____
(2) Lihatlah—jika Anda berkenan—pembahasan mengenai kedua pendapat ini secara lebih luas dalam Fathul Bari (9/586) dan kitab Ibnu al-Qayyim yang berjudul Tuhfatul Maudud (hal. 25-26).

Sumber:
Ahkamu Al-'Aqiqah, Abu Muhammad ‘Isham ibn Mar’i, Maktabah as-Shahabah, Jeddah, hlm. 8-9
📁 ARTIKEL